DESKRIBSI

Jual Karung Beras, Karung Laminasi, Jual Karung Beras, Jual Karung Laminasi, harga Karung Beras, Harga Karung Laminasi, Ukuran Karung Beras, Ukuran Karung Laminasi, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Daur Ulang, Karung Warna Cream, Karung Warna Kuning, Karung Gabah, Pabrik Karung Beras | Hub. 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 0812.3258.4950 | Phone/Fax: 031-8830487 | Email: limcorporation2009@gmail.com

Budidaya Gandum di Indonesia! Simak Cara Menanam Hingga Panen


Gandum (Triticum spp.) merupakan salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat khas daerah sub tropis masuk dalam kelompok tanaman serealia (biji-bijian) dari family poaceae (padi-padian). Diperkirakan tanaman gandum merupakan tanaman pangan pertamakali yang dibudidayakan umat manusia jauh sebelum mengenal padi dan jagung. Berdasarkan penelitian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania sekitar Suriah, Turki, Irak, dan Iran. Sejarah dan berita Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM.

Pada masa kini gandum telah menjadi pangan pokok di lebih dari 40 negara dan telah dikonsumsi oleh sebagaian penduduk indonesia dan hampir seluruh penduduk dunia. Gandum dapat berkembang di wilayah subtropis dan mediteran seperti Amerika Serikat, bagian selatan Kanada, Rusia, bagian utara sampai tengah China, Turki, India, dan Australia.

Gandum di Indonesia

Masyarakat Indonesia kini semakin mengenal luas makanan dengan sumber karbohidrat yang berbahan dasar gandum, Seperti roti dan mie instan dari tepung terigu. kebutuhan gandum di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, Saat ini kebutuhan gandum Indonesia masih mengandalkan impor dari Amerika dan Australia. Untuk mengurangi impor gandum perlu pengembangan budidaya gandum di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan  yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

1. Syarat Tumbuh Tanaman Gandum di Indonesia

Budidaya gandum sangat ideal pada daerah dataran menengah hingga dataran tinggi yang memiliki ketinggian mulai dari 800 mdpl dengan curah hujan minimal 600 mm per tahun. Suhu udara yang cocok untuk tanaman gandum berkisar antara 15-25 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 80-90%. Tanaman gandum dapat tumbuh dengan baik pada tanah gembur, subur dan banyak mengandung bahan organik serta kaya akan unsur hara. Tanah untuk tanaman gandum berkisar antara 6,5-7 pH dan tidak lembab, becek dan tergenang air.

2. Varietas Benih Gandum yang Cocok di Indonesia

Badan Litbang Pertanian telah melakukan penelitian yang menghasilkan varietas gandum yang bisa dan cocok untuk ditanam di Indonesia, yaitu varietas gandum selayar dan dewata. Benih gandum tersebut tersedia dengan harga sekitar Rp.25.000/kg
Tips Memilih Benih Gandum yang Baik dan Berkualitas

Ciri-ciri benih gandum yang baik dan layak untuk dibudidayakan sebagai berikut:
- Benih berasal dari tanaman yang sehat dan bebas penyakit maupun hama
- Benih harus dari malai yang matang pada batang utama
- Biji benih memiliki bentuk, bobot dan warna yang seragam 

3. Persiapan Lahan untuk Budidaya Gandum

Lahan terlebih dahulu dibersihkan dari tanaman liar dan gulma sisa penanaman sebelumnya. Kemudian lahan dibajak atau dicangkul untuk menggemburkan tanah agar memiliki aerasi yang baik. Setelah lahan dibajak diamkan lahan selama 2-3 minggu. Kemudian buat bedengan dengan lenar 1,5-2 m tinggi bedengan 25-30 cm dan panjang bedengan menyesuaikan lahan yang digunakan dengan jarak antar bedengan 50-60 cm.

Baca Juga:

4. Jenis Pupuk Dasar Tanaman Gandum dan Cara Pemberian Pupuk Dasar

Pada tanah dengan unsur hara dan kesuburan tinggi, Tanaman gandum tidak harus diberi pupuk dasar. Sebaliknya jika budidaya gandum dilakukan pada tanah yang tandus atau kurang subur, Pupuk dasar harus diberikan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Pemberian pupuk dasar dapat dilakukan dengan pembuatan bedengan. Pupuk bisa ditaburkan merata diatas bedengan lalu aduk rata atau ditutup tanah dan biarkan 1-2 minggu. Pupuk dasar untuk tanaman gandum adalah pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-25 ton per hektar, TSP/SP36, KCl dan ZA/Urea dosis pemberian pupuk disesuaikan dengan kondisi lahan.

5. Cara Penanaman dan Waktu yang Tepat Menanam Gandum

Setelah bedengan selesai dibuat 1-2 minggu kemudian penanaman benih gandum siap dilakukan pada lahan. Cara penanamannya dengan menanam benih langsung seperti pada penanaman jagung atau padi darat atau padi gogo. Bedengan ditugal menggunakan kayu membentuk barisan dan jarak tanam budidaya gandum yaitu antara 20 cm x 10 cm atau 25 cm x 10 cm. Tanah dilubangi kurang lebih 5 cm kemudian benih dimasukkan kedalam lubang 3-4 butir per lubang lalu ditutup kembali menggunakan tanah. Waktu yang tepat untuk menanam gandum adalah di awal musim kemarau atau akhir musim hujan.

6. Pemeliharaan Tanaman Gandum

- Pengairan
Jika tidak turun hujan setelah penanaman benih gandum lahan perlu diairi supaya benih cepat berkecambah dan dapat tumbuh dengan baik namun pengairan yang berlebih atau sampai tergenang dapat membuat tanaman gandum tidak tumbuh maksimal. Pengairan dapat dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu sebagai berikut:

a). Ketika tanaman gandum berusia 30 hari setelah masa tanam, dilakukan setelah penyiangan pada lahan
b). Ketika tanaman gandum berusia antara 45-65 hari setelah masa tanam, ketika tanaman gandum memasuki fase bunting hingga keluar malai
c). Ketika tanaman gandum berusia antara 70-90 hari setelah masa tanam, pada fase pengisian bulir sampai masak.

- Penyiangan
Penyiangan pada tanaman gandum dapat dilakukan 2-3 kali tergantung kondisi gulma pada lahan. Penyiangan dilakukan untuk mengurangi persaingan nutrisi sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Waktu penyiangan dapat dilakukan sebelum pemberian pupuk susulan.

7. Jenis Pupuk dan Dosis Pupuk Susulan Tanaman Gandum

Pemupukan susulan dapat diberikan setelah penyiangan pada lahan. Pupuk susulan dapat diberikan setidaknya 2 kali saat gandum berumur 7-14 hari setelah masa tanam dan ketika gandum berumur 1 bulan.

Berikut jenis pupuk, dosis dan waktu pemupukan pada tanaman gandum:
a). Pupuk susulan pertama diberikan saat usia 7-14 hari setelah masa tanam. Jenis dan dosis pupuk per hektar adalah Urea 100 kg, KCl 50 kg dan SP36/TSP 100 kg.
b). Pupuk susulan kedua diberikan saat usia 1 bulan setelah masa tanam. Jenis dan dosis pupuk per hektar adalah Urea 100 kg, KCl 50 kg dan SP36/TSP 100 kg.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Gandum

Seperti halnya tanaman pada umumnya, Tanaman gandum juga dapat terserang hama dan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman lain seperti ulat tanah, kepik hijau, dan penyakit jamur. Hama tanaman gandum dapat dikendalikan dengan penggunaan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang menyerang sedangkan penyakit jamur bisa dengan penyemprotan fungisida.

9. Umur / Masa Panen Gandum


Tanaman gandum dapat dipanen pada usia 90 – 125 hari setelah masa tanam (tergantung varietas dan kondisi tempat budidaya). Ciri-ciri tanaman gandum yang sudah dapat dipanen adalah jika 80% dari rumpun telah bermalai dan seluruh bagian tanaman yaitu jerami, batang dan daun telah menguning serta biji sudah mengeras. Panen gandum dilakukan dengan cara disabit kemudian malai yang telah dipanen dijemur hingga kering. Setelah kering bulir gandum dirontokkan secara manual atau menggunakan mesin perontok. Panen gandum sebaiknya dilakukan ketika cuaca cerah agar pengeringan dapat dengan mudah.

Sekian pembahasan tentang cara budidaya tanaman gandum semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan bisa membantu kalian untuk budidaya gandum dan jangan lupa share artikel ini agar semua orang dapat melihat informasi budidaya gandum. terima Kasih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Budidaya Gandum di Indonesia! Simak Cara Menanam Hingga Panen"

Posting Komentar